Image Source:
https://bungko.desa.id/wp-content/uploads/2024/02/MA.jpg
Latar Belakang
Salah satu instansi pemerintah menghadapi tantangan untuk menyusun skala gaji dan sistem grading baru yang adil dan sesuai dengan kompetensi karyawannya. Dengan jumlah karyawan sebanyak 182 orang, instansi ini membutuhkan pendekatan asesmen yang komprehensif untuk memastikan data yang akurat sebagai landasan pengambilan keputusan.
Pendekatan Kami
Kami merancang dan melaksanakan asesmen secara offline dengan pendekatan berikut:
Asesmen Kompetensi melalui Assessment Center
Simulasi berbasis kerja, seperti diskusi kelompok tanpa pemimpin (Leaderless Group Discussion), in-tray simulation, dan wawancara berbasis kompetensi.
Menilai keterampilan perilaku karyawan terhadap peran saat ini dan masa depan.
Asesmen Kompetensi Teknis
Tes berbasis kasus untuk mengevaluasi keterampilan teknis spesifik sesuai dengan kebutuhan instansi pemerintah.
Sesi Feedback Individu
Setiap karyawan menerima umpan balik langsung dari asesor untuk memahami kekuatan dan area pengembangan mereka.
Hasil & Dampak
Profil Kompetensi Karyawan
Laporan mendalam untuk seluruh karyawan, mencakup kompetensi perilaku dan teknis.
Sistem Gaji Berbasis Kompetensi
Data asesmen digunakan untuk menyusun skala gaji yang adil dan sistem grading yang jelas.
Pengembangan SDM yang Terarah
Feedback individu memungkinkan karyawan memahami potensi mereka dan memulai langkah pengembangan diri.
Added Value
Pendekatan Terpadu
Kombinasi asesmen kompetensi perilaku dan teknis memastikan hasil yang akurat dan relevan untuk keputusan SDM strategis.
Sesi Feedback Personal
Memberikan nilai tambah langsung kepada karyawan untuk mendukung pertumbuhan individu.
Pengaruh Strategis
Data asesmen mendukung rancangan sistem penggajian yang lebih efektif, meningkatkan motivasi, dan mendorong efisiensi operasional instansi.